Menangis adalah respons alami manusia untuk meluapkan emosi, termasuk kesedihan, kehilangan, rasa frustasi hingga kegembiraan. Menangis bukan hal yang aneh untuk dilakukan, dan baik pria maupun wanita dapat menangis lebih sering dari yang diperkirakan orang.
Menangis bukan pertanda mental kita lemah. Terlebih bagi pria, masyarakat luas kerap menganggap bahwa pria yang menangis adalah pria yang lemah. Mereka dituntut harus selalu kuat dan tabah. Anggapan ini salah besar. Tidak pernah ada larangan untuk pria menangis. Bahkan dari sisi kesehatan, manfaat menangis baik untuk kesehatan fisik maupun mental.
Baca juga: Menangis Tanda Kuat Mental, Masa Sih?
Manfaat Menangis
Melansir dari Healthline, para peneliti telah menemukan bahwa menangis dapat bermanfaat bagi tubuh dan pikiran. Manfaat ini dimulai saat lahir, lewat tangisan pertama bayi. Nah, berikut manfaat menangis yang perlu diketahui:
1. Mendetoksifikasi Tubuh
Manusia memiliki tiga jenis air mata, yakni air mata refleks, air mata yang terus-menerus keluar (continuous tears), dan air mata emosional. Air mata refleks bertugas membersihkan kotoran-kotoran, seperti asap dan debu dari mata. Sementara air mata yang keluar terus-menerus akan melumasi mata dan membantu melindunginya dari infeksi.
Terakhir adalah air mata emosional yang memiliki manfaat kesehatan. Jika continuous tears mengandung 98 persen air, air mata emosional diduga mengandung hormon stres dan racun lainnya. Para peneliti yakin bahwa menangis dapat mengeluarkan hal-hal buruk dari sistem tubuh, meski penelitian lebih lanjut perlu diteliti lagi.
2. Membantu Menenangkan Diri
Menangis juga bisa menjadi salah satu mekanisme terbaik tubuhmu untuk menenangkan diri. Peneliti telah menemukan bahwa menangis mengaktifkan sistem saraf parasimpatis (PNS).
PNS membantu tubuh beristirahat dan mencernanya. Namun, manfaatnya tidak langsung. Mungkin perlu beberapa menit air mata menetes sebelum kamu merasakan efek menenangkan dari menangis.
3. Menghilangkan Rasa Sakit
Menangis dalam waktu lama dapat melepaskan oksitosin dan opioid endogen, atau dikenal sebagai endorfin. Zat kimia yang menyebabkan efek mengenakan untuk membantu meringankan rasa sakit fisik dan emosional. Setelah endorfin dilepaskan, tubuh mungkin mengalami sedikit mati rasa. Oksitosin dapat memberikan perasaan tenang atau sejahtera.
Baca juga: Jangan Panik! Ini Dia 9 Cara Ampuh Mengatasi Bayi Menangis
4. Meningkatkan Suasana Hati
Menangis bahkan terisak juga membantu kita meringankan rasa sakit, bahkan meningkatkan semangatmu. Saat kamu menangis terisak, kamu menghirup banyak udara dingin dengan cepat. Menghirup udara yang lebih dingin dapat membantu mengatur dan menurunkan suhu otak.
Otak yang dingin lebih menyenangkan bagi tubuh dan pikiran daripada otak yang hangat. Hal ini yang sebabkan suasana hati membaik setelah kamu menangis terisak-isak.
5. Tanda Butuh Dukungan
Jika kamu merasa sedih, menangis adalah cara untuk memberi tahu orang-orang di sekitar bahwa kamu membutuhkan dukungan. Ini dikenal sebagai manfaat interpersonal. Sejak kamu masih bayi, menangis telah menjadi kelekatan.
Fungsinya dalam banyak hal untuk mendapatkan kenyamanan dan perawatan dari orang lain. Dengan kata lain, menangis akan membantu membangun jaringan dukungan sosial ketika keadaan semakin berat.
6. Membantu Pulih dari Kesedihan
Bersedih adalah suatu proses. Ini melibatkan periode kesedihan, rasa bersalah, dan kemarahan. Menangis sangat penting selama masa-masa duka. Bahkan dapat membantu proses kamu dalam menerima kehilangan orang yang dicintai. Setiap orang melalui proses berduka dengan cara yang berbeda.
Jika kamu merasa rasa sedihmu mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya segera menghubungi psikolog di Halodoc untuk mendapatkan bantuan. Kamu bisa menggunakan fitur chat di Halodoc untuk meminta saran kepada psikolog profesional.
7. Mengembalikan Keseimbangan Emosional
Menangis tidak hanya terjadi dalam menanggapi sesuatu yang menyedihkan. Terkadang kamu menangis ketika sangat bahagia, takut, atau stres. Para peneliti di Yale University percaya bahwa menangis dengan cara ini membantu mengembalikan keseimbangan emosional. Ketika kamu sangat bahagia atau takut tentang sesuatu dan menangis, itu mungkin cara tubuh untuk pulih dari emosi yang begitu kuat.
8. Membantu Bayi Bernapas
Tangisan pertama bayi keluar dari rahim adalah tangisan yang sangat penting. Bayi menerima oksigen mereka di dalam rahim melalui tali pusar. Setelah bayi dilahirkan, mereka mulai bernapas sendiri. Tangisan pertama yang membantu paru-paru bayi beradaptasi dengan kehidupan di dunia luar. Menangis juga membantu bayi membersihkan cairan ekstra di paru-paru, hidung, dan mulut.
Ternyata, menangis juga dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak di malam hari. Tangisan itu menambah panjang tidur dan mengurangi jumlah bayi terbangun di malam hari.
Baca juga: 5 Fakta Tangisan Bayi yang Lucu dan Unik
Itulah beberapa manfaat menangis untuk kesehatan. Sebaiknya, jangan tahan diri kamu ketika ingin menangis dan lepaskan semua kepenatan atau hal-hal yang mengganggu perasaan kamu.
Rabu, 25 Maret 2020
Kesehatan mental
Pengertian Kesehatan Mental
Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang. Jika kesehatan mental terganggu, maka akan timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan dapat memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.
Beberapa jenis gangguan mental yang umum ditemukan, antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis. Beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan.
Gejala Kesehatan Mental
Gangguan mental atau penyakit mental dapat diawali dengan beberapa gejala berikut ini, antara lain:
Berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.
Delusi, paranoia, atau halusinasi.
Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.
Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.
Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.
Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan.
Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Menarik diri dari orang-orang dan kegiatan sehari-hari.
Mendengar suara atau mempercayai sesuatu yang tidak benar.
Mengalami nyeri yang tidak dapat dijelaskan.
Mengalami perubahan suasana hati drastis yang menyebabkan masalah dalam hubungan dengan orang lain.
Merasa bingung, pelupa, marah, tersinggung, cemas, kesal, khawatir, dan takut yang tidak biasa.
Merasa sedih, tidak berarti, tidak berdaya, putus asa, atau tanpa harapan.
Merokok, minum alkohol lebih dari biasanya, atau bahkan menggunakan narkoba.
Perubahan drastis dalam kebiasaan makan, seperti makan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Perubahan gairah seks.
Rasa lelah yang signifikan, energi menurun, atau mengalami masalah tidur.
Tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti merawat anak atau pergi ke sekolah atau tempat kerja.
Tidak mampu memahami situasi dan orang-orang.
Penyebab Kesehatan Mental
Beberapa penyebab umum dari gangguan mental, antara lain:
Cedera kepala.
Faktor genetik atau terdapat riwayat pengidap gangguan mental dalam keluarga.
Kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan lainnya.
Kekerasan pada anak atau riwayat kekerasan pada masa kanak-kanak.
Memiliki kelainan senyawa kimia otak atau gangguan pada otak.
Mengalami diskriminasi dan stigma.
Mengalami kehilangan atau kematian seseorang yang sangat dekat.
Mengalami kerugian sosial, seperti masalah kemiskinan atau utang.
Merawat anggota keluarga atau teman yang sakit kronis.
Pengangguran, kehilangan pekerjaan, atau tunawisma.
Pengaruh zat racun, alkohol, atau obat-obatan yang dapat merusak otak.
Stres berat yang dialami dalam waktu yang lama.
Terisolasi secara sosial atau merasa kesepian.
Tinggal di lingkungan perumahan yang buruk.
Trauma signifikan, seperti pertempuran militer, kecelakaan serius, atau kejahatan dan yang pernah dialami.
Faktor Risiko Kesehatan Mental
Beberapa faktor risiko gangguan mental, antara lain:
Perempuan memiliki risiko tinggi mengidap depresi dan kecemasan, sedangkan laki-laki memiliki risiko mengidap ketergantungan zat dan antisosial.
Perempuan setelah melahirkan.
Memiliki masalah di masa kanak-kanak atau masalah gaya hidup.
Memiliki profesi yang memicu stres, seperti dokter dan pengusaha.
Memiliki riwayat anggota keluarga atau keluarga dengan penyakit mental.
Memiliki riwayat kelahiran dengan kelainan pada otak.
Memiliki riwayat penyakit mental sebelumnya.
Mengalami kegagalan dalam hidup, seperti sekolah atau kehidupan kerja.
Menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan terlarang.
Diagnosis Kesehatan Mental
Dokter ahli jiwa atau psikiater akan mendiagnosis suatu gangguan mental dengan diawali suatu wawancara medis dan wawancara psikiatri lengkap mengenai riwayat perjalanan gejala pada pengidap serta riwayat penyakit pada keluarga pengidap. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang menyeluruh untuk mengeliminasi kemungkinan adanya penyakit lain.
Jika diperlukan, dokter akan meminta untuk dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan fungsi tiroid, skrining alkohol dan obat-obatan, serta CT scan untuk mengetahui adanya kelainan pada otak pengidap. Jika kemungkinan adanya penyakit lain sudah dieliminasi, dokter akan memberikan obat dan rencana terapi untuk membantu mengelola emosi pengidap.
Pencegahan Kesehatan Mental
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan mental, antara lain:
Melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik.
Membantu orang lain dengan tulus.
Memelihara pikiran yang positif.
Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.
Mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
Menjaga kecukupan tidur dan istirahat.
Pengobatan Kesehatan Mental
Beberapa pilihan pengobatan yang akan dilakukan dokter dalam menangani gangguan mental, antara lain:
Psikoterapi. Psikoterapi merupakan terapi bicara yang memberikan media yang aman untuk pengidap dalam mengungkapkan perasaan dan meminta saran. Psikiater akan memberikan bantuan dengan membimbing pengidap dalam mengontrol perasaan. Psikoterapi beserta perawatan dengan menggunakan obat-obatan merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit mental. Beberapa contoh psikoterapi, antara lain cognitive behavioral therapy, exposure therapy, dialectical behavior therapy, dan sebagainya.
Obat-obatan. Pemberian obat-obatan dalam mengobati penyakit mental umumnya bertujuan untuk mengubah senyawa kimia otak di otak. Obat-obatan tersebut dapat berupa golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRIs), dan antidepresan trisiklik. Obat-obatan ini umumnya dikombinasikan dengan psikoterapi untuk hasil pengobatan yang lebih efektif.
Rawat inap. Rawat inap diperlukan jika pengidap membutuhkan pemantauan ketat terhadap gejala-gejala penyakit yang dialaminya atau terdapat kegawatdaruratan di bidang psikiatri, misalnya percobaan bunuh diri.
Support group. Support group umumnya beranggotakan pengidap penyakit mental yang sejenis atau yang sudah dapat mengendalikan emosinya dengan baik. Mereka berkumpul untuk berbagi pengalaman dan membimbing satu sama lain menuju pemulihan.
Stimulasi otak. Stimulasi otak dapat berupa terapi elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, pengobatan eksperimental yang disebut stimulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.
Pengobatan terhadap penyalahgunaan zat. Pengobatan ini dilakukan pada pengidap penyakit mental yang disebabkan oleh ketergantungan akibat penyalahgunaan zat terlarang.
Membuat rencana bagi diri sendiri, misalnya dengan mengatur gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari, untuk melawan penyakit mental. Rencana ini bertujuan untuk memantau kesehatan, membantu proses pemulihan, dan mengenali pemicu atau tanda-tanda peringatan penyakit.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika diri sendiri atau kerabat menunjukkan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas secara terus-menerus dan tidak membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jiwa atau psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.
Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang. Jika kesehatan mental terganggu, maka akan timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan dapat memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.
Beberapa jenis gangguan mental yang umum ditemukan, antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis. Beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan.
Gejala Kesehatan Mental
Gangguan mental atau penyakit mental dapat diawali dengan beberapa gejala berikut ini, antara lain:
Berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.
Delusi, paranoia, atau halusinasi.
Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.
Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.
Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
Marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.
Memiliki pengalaman dan kenangan buruk yang tidak dapat dilupakan.
Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Menarik diri dari orang-orang dan kegiatan sehari-hari.
Mendengar suara atau mempercayai sesuatu yang tidak benar.
Mengalami nyeri yang tidak dapat dijelaskan.
Mengalami perubahan suasana hati drastis yang menyebabkan masalah dalam hubungan dengan orang lain.
Merasa bingung, pelupa, marah, tersinggung, cemas, kesal, khawatir, dan takut yang tidak biasa.
Merasa sedih, tidak berarti, tidak berdaya, putus asa, atau tanpa harapan.
Merokok, minum alkohol lebih dari biasanya, atau bahkan menggunakan narkoba.
Perubahan drastis dalam kebiasaan makan, seperti makan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Perubahan gairah seks.
Rasa lelah yang signifikan, energi menurun, atau mengalami masalah tidur.
Tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti merawat anak atau pergi ke sekolah atau tempat kerja.
Tidak mampu memahami situasi dan orang-orang.
Penyebab Kesehatan Mental
Beberapa penyebab umum dari gangguan mental, antara lain:
Cedera kepala.
Faktor genetik atau terdapat riwayat pengidap gangguan mental dalam keluarga.
Kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan lainnya.
Kekerasan pada anak atau riwayat kekerasan pada masa kanak-kanak.
Memiliki kelainan senyawa kimia otak atau gangguan pada otak.
Mengalami diskriminasi dan stigma.
Mengalami kehilangan atau kematian seseorang yang sangat dekat.
Mengalami kerugian sosial, seperti masalah kemiskinan atau utang.
Merawat anggota keluarga atau teman yang sakit kronis.
Pengangguran, kehilangan pekerjaan, atau tunawisma.
Pengaruh zat racun, alkohol, atau obat-obatan yang dapat merusak otak.
Stres berat yang dialami dalam waktu yang lama.
Terisolasi secara sosial atau merasa kesepian.
Tinggal di lingkungan perumahan yang buruk.
Trauma signifikan, seperti pertempuran militer, kecelakaan serius, atau kejahatan dan yang pernah dialami.
Faktor Risiko Kesehatan Mental
Beberapa faktor risiko gangguan mental, antara lain:
Perempuan memiliki risiko tinggi mengidap depresi dan kecemasan, sedangkan laki-laki memiliki risiko mengidap ketergantungan zat dan antisosial.
Perempuan setelah melahirkan.
Memiliki masalah di masa kanak-kanak atau masalah gaya hidup.
Memiliki profesi yang memicu stres, seperti dokter dan pengusaha.
Memiliki riwayat anggota keluarga atau keluarga dengan penyakit mental.
Memiliki riwayat kelahiran dengan kelainan pada otak.
Memiliki riwayat penyakit mental sebelumnya.
Mengalami kegagalan dalam hidup, seperti sekolah atau kehidupan kerja.
Menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan terlarang.
Diagnosis Kesehatan Mental
Dokter ahli jiwa atau psikiater akan mendiagnosis suatu gangguan mental dengan diawali suatu wawancara medis dan wawancara psikiatri lengkap mengenai riwayat perjalanan gejala pada pengidap serta riwayat penyakit pada keluarga pengidap. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang menyeluruh untuk mengeliminasi kemungkinan adanya penyakit lain.
Jika diperlukan, dokter akan meminta untuk dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan fungsi tiroid, skrining alkohol dan obat-obatan, serta CT scan untuk mengetahui adanya kelainan pada otak pengidap. Jika kemungkinan adanya penyakit lain sudah dieliminasi, dokter akan memberikan obat dan rencana terapi untuk membantu mengelola emosi pengidap.
Pencegahan Kesehatan Mental
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan mental, antara lain:
Melakukan aktivitas fisik dan tetap aktif secara fisik.
Membantu orang lain dengan tulus.
Memelihara pikiran yang positif.
Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.
Mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
Menjaga kecukupan tidur dan istirahat.
Pengobatan Kesehatan Mental
Beberapa pilihan pengobatan yang akan dilakukan dokter dalam menangani gangguan mental, antara lain:
Psikoterapi. Psikoterapi merupakan terapi bicara yang memberikan media yang aman untuk pengidap dalam mengungkapkan perasaan dan meminta saran. Psikiater akan memberikan bantuan dengan membimbing pengidap dalam mengontrol perasaan. Psikoterapi beserta perawatan dengan menggunakan obat-obatan merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit mental. Beberapa contoh psikoterapi, antara lain cognitive behavioral therapy, exposure therapy, dialectical behavior therapy, dan sebagainya.
Obat-obatan. Pemberian obat-obatan dalam mengobati penyakit mental umumnya bertujuan untuk mengubah senyawa kimia otak di otak. Obat-obatan tersebut dapat berupa golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRIs), dan antidepresan trisiklik. Obat-obatan ini umumnya dikombinasikan dengan psikoterapi untuk hasil pengobatan yang lebih efektif.
Rawat inap. Rawat inap diperlukan jika pengidap membutuhkan pemantauan ketat terhadap gejala-gejala penyakit yang dialaminya atau terdapat kegawatdaruratan di bidang psikiatri, misalnya percobaan bunuh diri.
Support group. Support group umumnya beranggotakan pengidap penyakit mental yang sejenis atau yang sudah dapat mengendalikan emosinya dengan baik. Mereka berkumpul untuk berbagi pengalaman dan membimbing satu sama lain menuju pemulihan.
Stimulasi otak. Stimulasi otak dapat berupa terapi elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, pengobatan eksperimental yang disebut stimulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.
Pengobatan terhadap penyalahgunaan zat. Pengobatan ini dilakukan pada pengidap penyakit mental yang disebabkan oleh ketergantungan akibat penyalahgunaan zat terlarang.
Membuat rencana bagi diri sendiri, misalnya dengan mengatur gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari, untuk melawan penyakit mental. Rencana ini bertujuan untuk memantau kesehatan, membantu proses pemulihan, dan mengenali pemicu atau tanda-tanda peringatan penyakit.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika diri sendiri atau kerabat menunjukkan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas secara terus-menerus dan tidak membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jiwa atau psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.
Sabtu, 23 Juni 2018
Radio PB
Di dalam game Point Blank Radio sangat berperan penting! karena bisa memberi informasi penting, seperti lokasi anggota, informasi tentang bom, dan bahkan lokasi munculnya musuh. Misal pada MAP BOM.
Dalam room War atau Bomb Mission, pemakaian radio sangat penting digunakan untuk mengatur team agar tetap pada formasi. karena penggunaan chat clan / team cukup memakan banyak waktu. Jadi untuk mempersingkat dalam penyampaian informasi dalam perang di Point Blank digunakanlah
RADIO COMMAND untuk bisa menginfokan kondisi serta situasi lawan pada
rekan satu team pada room tersebut.
Berikut Penjelasan tentang Radio Message, arti dan Maksudnya:
TOMBOL (Z) :
1. Nice shot! : Tembakan yang bagus
Maksud : Memberikan pujian untuk menaikan moral team/teman.
2. Oh! Yea : Arti : Oh! Yea
Maksudnya : Menyatakan kegembiraan.
3. Cover me : Arti : Lindungi saya
Maksudnya : Minta perlindungan/backup pada rekan ketika akan melakukan rush atau saat memasang atau mendefuse bom.
4. You take point : Lakukan olehmu
Maksud : memberikan kesempatan kepada teman untuk melakukan defuse atau pemasangan bom (C-4)
5. Hold this position : Pertahankan posisi ini
Maksudnya : memerintahkan kepada team untuk mempertahankan posisi/area tersebut
6. Regroup team : Berkumpul/bergabung
Maksudnya : Memerintahkan kepada team untuk bergabung/bersama
7. Follow me : Ikuti saya
Maksudnya : perintah agar teman mengikuti commad
8. Taking fire. Need assistance! : Ditembaki, butuh panduan.
Maksudnya : Sedang ditembaki oleh musuh dan butuh bantuan/panduan arah.
TOMBOL (X) :
1. A : Site A
Maksudnya : Posisi rush/deff di site A atau posisi Bom Site A.
2. B : Site B
Maksudnya : Posisi rush/deff di site B atau posisi Bom Site B.
3. Go go go : Maju / menyerang
Maksudnya : Perintah kepada team untuk menyerang.
4. Team fall back : Tim mundur!.
Maksudnya : Perintah kepada team untuk mundur.
5. Stick together : Bersama-sama/jangan berpencar
Maksudnya : Perintah untuk selalu bersama team
6. Get in position : Tempati posisi
Maksudnya : Perintah untuk menempati posisi masing2.
7. Strom the front : Serang!
Maksudnya : Memerintahkan untuk menyerang secara bergelombang
8. Report in team : Team, melapor!
Maksudnya : Meminta anggota team yg hidup untuk melapor situasi masing2.
TOMBOL (C) :
1. Affirmative : Konfirmasi
Maksudnya : Menyetujui permintaan/perintah yang diminta
2. Enemy spotted : Musuh terlihat
Maksudnya : Memberitahukan bahwa musuh terlihat di area/posisinya.
3. Need Backup : Butuh dukungan
Maksudnya : Meminta bantuan karena musuh lebih banyak.
4. Sector Clear : Sektor bersih (tidak ada musuh)
Maksudnya : Memberitahukan bahwa pada posisi/areanya tidak ada musuh.
5. I'm in position : Saya berada pada posisi (posisi penting/strategis)
Maksudnya : Sudah dalam posisi dimaksud command (menjawab : Get in position)
6. Reporting in : Melapor!
Maksudnya : Memberikan laporan (dan posisi. Menjawab radio : Reporting in team)
7. Get out of there. It's gonna blow! : Keluar dari sana, itu akan meledak!
Maksudnya : memerintahkan untuk menjauhi tempat bersangkutan karena akan meledak.
8. Negative : Negatif/Tidak
Maksudnya : Tidak menyetujui perintah atau melaporkan musuh tidak terlihat.
9. Enemy down : Musuh mati
Maksudnya : Memberitahukan telah menembak mati musuh
Langganan:
Komentar (Atom)
